Daftar Tunggu Panen Perdana Sudah Dibuka

Kolam bioflok kami sedang disiapkan di Cirebon. Panduan lengkapnya kami buka lebih dulu di halaman ini supaya bisa dipakai siapa saja, gratis. Untuk ikan nilanya, masuk daftar tunggu sekarang dan Anda kami kabari lebih dulu begitu panen perdana siap.

Apa Itu Sistem Bioflok?

Mengubah limbah kolam menjadi pakan, bukan membuangnya ke lingkungan

Bioflok adalah teknik budidaya ikan yang sengaja menumbuhkan koloni bakteri heterotrof di dalam air kolam. Bakteri ini memakan amonia dari sisa pakan dan kotoran ikan, lalu mengikatnya menjadi gumpalan halus bernama flok yang kaya protein. Flok tersebut dimakan kembali oleh ikan. Limbah yang pada kolam biasa harus dibuang justru berputar kembali menjadi pakan alami di dalam kolam yang sama.

Kenapa Kami Menempuh Jalur Ini

Sejak awal Cirebon Smart Farm dibangun di atas satu prinsip: mengendalikan lingkungan tumbuh secara presisi agar hasil panen bisa diprediksi. Prinsip yang sama berlaku di air. Sistem bioflok memberi kami kendali yang sebanding dengan yang sudah kami terapkan pada melon dan selada hidroponik, hanya saja untuk komoditas protein.

  • Lahan sempit tetap produktif. Satu kolam bundar diameter 3 meter sanggup menampung ratusan ekor ikan nila.
  • Air dipakai berulang. Tidak ada pergantian air rutin, hanya penambahan untuk mengganti yang menguap dan tersifon.
  • Pakan lebih hemat. Flok menjadi pakan tambahan sehingga rasio konversi pakan bisa ditekan.
  • Limbah tidak dibuang ke saluran umum. Endapan hasil sifon justru bernilai sebagai pupuk cair untuk tanaman.
  • Nyambung dengan greenhouse kami. Air kaya nutrisi dari kolam bisa dialirkan ke bedeng sayur, membentuk sistem akuaponik.
Pembudidaya memanen ikan nila dari deretan kolam bioflok terpal bundar
Panen ikan nila dari kolam bioflok. Satu lokasi bisa menampung belasan bak bundar sekaligus dalam lahan yang tidak luas. Foto: M Joko Apriyo Putro, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons. Foto ilustrasi, bukan fasilitas Cirebon Smart Farm.

Cara Kerja Bioflok: Siklus Nitrogen di Dalam Kolam

Rasio karbon terhadap nitrogen adalah kunci yang harus dijaga setiap hari

Diagram siklus nitrogen bioflok: pakan, ikan nila, amonia, sumber karbon, flok bakteri, kembali menjadi pakan
Siklus tertutup bioflok. Nitrogen tidak dibuang, tetapi didaur ulang menjadi protein di dalam kolam.Geser gambar ke samping untuk melihat detailnya.
  1. Pakan masuk ke kolam

    Ikan diberi pelet apung berprotein 28 sampai 30 persen. Hanya sekitar seperempat nitrogen dalam pakan yang benar-benar menjadi daging ikan.

  2. Amonia terbentuk

    Sisa pakan dan kotoran melepaskan amonia total atau TAN. Pada kolam biasa senyawa ini menumpuk dan meracuni ikan, sehingga air harus sering diganti.

  3. Sumber karbon ditambahkan

    Molase, dedak halus, atau tepung tapioka dimasukkan untuk menaikkan rasio karbon terhadap nitrogen ke kisaran 15 sampai 20 banding 1. Inilah pemicu utamanya.

  4. Bakteri heterotrof berkembang

    Dengan karbon yang cukup dan oksigen yang terus dipasok, bakteri menyerap amonia dan menyusunnya menjadi protein sel tunggal, lalu menggumpal menjadi flok.

  5. Flok dimakan kembali oleh ikan

    Ikan nila termasuk pemakan flok yang baik. Sebagian kebutuhan proteinnya terpenuhi dari flok, sehingga pemakaian pelet turun dan air tetap layak huni.

Satu Hal yang Tidak Bisa Ditawar

Aerasi harus menyala 24 jam penuh. Jika oksigen berhenti dipasok, flok akan mengendap dan membusuk dalam hitungan jam, lalu ikan mati massal. Karena itu genset atau sumber listrik cadangan termasuk peralatan wajib, bukan pelengkap.

Anatomi Kolam Bioflok

Bagian-bagian yang membentuk satu unit kolam siap operasi

Potongan melintang kolam bioflok: rangka wiremesh, terpal, air berisi flok, batu aerasi, blower, pembuangan sentral, dan atap paranet
Potongan melintang satu unit kolam bioflok bundar beserta jalur udara dan pembuangannya.Geser gambar ke samping untuk melihat detailnya.

Hitung Kolam Anda Sendiri

Masukkan diameter dan tinggi air kolam Anda ke kalkulator kolam bioflok kami, lalu volume air, jumlah benih, kebutuhan pakan, dan perkiraan panennya langsung terhitung. Gratis dan tanpa perlu mendaftar.

Acuan teknis satu unit kolam bioflok untuk ikan nila
Parameter Acuan Umum Catatan
Diameter kolam 2 - 3 meter Bentuk bundar agar endapan berkumpul ke tengah
Tinggi kolam 1,0 - 1,2 meter Tinggi air diisi 80 - 90 sentimeter
Volume air efektif 5,6 - 6,4 meter kubik Untuk kolam diameter 3 meter
Padat tebar nila 100 - 150 ekor per meter kubik Kolam konvensional hanya 10 - 20 ekor
Oksigen terlarut di atas 4 mg per liter Diukur pagi hari, saat kadar paling rendah
Derajat keasaman (pH) 7,0 - 8,0 Turun perlahan seiring flok menua
Suhu air 27 - 30 derajat Celsius Iklim Cirebon sangat mendukung
Volume flok 10 - 30 mililiter per liter Diukur dengan gelas Imhoff setelah mengendap 20 menit
Rasio C:N 15 - 20 banding 1 Dijaga dengan penambahan molase harian
Titik aerasi 4 - 8 titik per kolam Batu aerasi disebar merata di dasar

Angka pada tabel di atas adalah acuan umum yang lazim dipakai pembudidaya bioflok di Indonesia. Nilai pastinya selalu menyesuaikan mutu benih, jenis pakan, dan suhu harian di lokasi masing-masing.

Peralatan Kolam Bioflok

Daftar alat yang kami siapkan untuk satu unit produksi

Kolam Terpal Bundar

Rangka wiremesh dilapis terpal HDPE atau terpal orchid. Bentuk bundar membuat arus memusat sehingga endapan mudah disifon dari tengah.

Diameter 2 - 3 m, tinggi 1,0 - 1,2 m

Blower Udara

Ring blower untuk beberapa kolam sekaligus, atau hi-blow untuk skala kecil. Ini jantung sistem bioflok dan tidak boleh mati.

Menyala 24 jam nonstop

Batu Aerasi & Selang

Batu aerasi disebar di dasar kolam dan dihubungkan ke pipa distribusi utama. Gelembung halus menjaga flok tetap melayang.

4 - 8 titik per kolam

Listrik Cadangan

Genset atau UPS yang otomatis mengambil alih saat listrik padam. Tanpa ini, satu pemadaman panjang bisa menghabiskan seluruh isi kolam.

Wajib, bukan opsional

Alat Ukur Kualitas Air

DO meter untuk oksigen terlarut, pH meter, termometer, dan uji amonia. Pengukuran dilakukan pagi dan sore setiap hari.

DO, pH, suhu, amonia

Gelas Imhoff

Gelas ukur berbentuk kerucut untuk mengukur volume flok. Air kolam didiamkan 20 menit, lalu endapannya dibaca dalam mililiter per liter.

Target 10 - 30 ml per liter

Sumber Karbon & Probiotik

Molase, dedak halus, atau tepung tapioka sebagai bahan bakar bakteri, ditambah probiotik untuk mempercepat pembentukan flok pada masa awal.

Ditakar mengikuti rasio C:N

Pakan Pelet Apung

Ukuran butiran disesuaikan bukaan mulut ikan dan dinaikkan bertahap seiring pertumbuhan. Pelet apung memudahkan pemantauan nafsu makan.

Protein 28 - 31 persen

Pipa Pembuangan Sentral

Pipa di titik terendah kolam untuk menyifon endapan berlebih sekaligus jalur pengurasan cepat saat panen.

Dilengkapi kran panen

Atap Paranet

Peneduh untuk meredam lonjakan suhu siang hari dan mencegah air hujan mengencerkan flok secara mendadak.

Kerapatan 60 - 70 persen

Alat Sampling & Grading

Jaring seser, ember grading, dan timbangan digital untuk mengecek bobot rata-rata dan menyeragamkan ukuran ikan.

Sampling tiap 10 - 14 hari

Monitoring Terhubung

Sensor suhu dan oksigen yang datanya masuk ke panel kontrol yang sama dengan greenhouse hidroponik kami, lengkap dengan peringatan dini.

Terintegrasi dengan greenhouse
Aerator kolam budidaya sedang bekerja mengaduk permukaan air
Aerasi adalah jantung sistem bioflok. Oksigen harus dipasok tanpa jeda agar flok tetap melayang dan tidak membusuk di dasar. Foto: Anna Frodesiak, CC0, via Wikimedia Commons.
Instalasi kolam bioflok terpal bundar yang dinaungi atap baja ringan
Instalasi kolam bioflok beratap. Naungan menjaga suhu air tetap stabil dan melindungi flok dari guyuran hujan. Foto: Anjas Imaji, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons. Foto ilustrasi, bukan fasilitas Cirebon Smart Farm.

Ikan Nila, Komoditas Utama Kami

Satu komoditas dulu, dikuasai betul, sebelum menambah yang lain

Ikan nila Oreochromis niloticus berenang di air jernih
Ikan nila, Oreochromis niloticus. Tahan padat tebar tinggi dan mau memakan flok secara langsung. Foto: Diego Delso, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

Alasan Memilih Nila

Nila adalah ikan air tawar yang paling siap menghadapi kondisi bioflok. Ia tahan kepadatan tinggi, memaafkan naik turunnya kualitas air, dan yang paling penting, benar-benar memakan flok sehingga manfaat sistem ini langsung terasa pada biaya pakan.

  • Pemakan flok yang efisien. Struktur penyaring insangnya cocok untuk memanen partikel flok dari air.
  • Pertumbuhan cepat. Mencapai bobot konsumsi 250 sampai 350 gram dalam empat sampai enam bulan.
  • Pasar stabil. Permintaan rumah makan, pasar basah, dan katering di wilayah Cirebon berjalan sepanjang tahun.
  • Daging bersih. Kolam terpal dan sirkulasi terus-menerus menekan bau lumpur yang lazim pada kolam tanah.
  • Benih mudah didapat. Tersedia dari balai benih di Jawa Barat dengan mutu yang bisa ditelusuri.

Rencana Pengembangan Komoditas

Setelah lini nila berjalan stabil, sistem kolam yang sama dapat dipakai untuk komoditas air tawar lain. Berikut yang sedang kami pertimbangkan.

Aerasi kolam terpal bundar, jenis kolam yang sama dipakai untuk bioflok lele

Lele

Clarias sp.

Ikan bioflok paling banyak dipelihara di Indonesia. Lele tahan padat tebar 200 sampai 400 ekor per meter kubik, dua sampai tiga kali lipat nila, karena mampu mengambil udara langsung dari permukaan lewat organ arborescent. Siklusnya pendek, sekitar 60 sampai 75 hari sampai ukuran konsumsi.

Ikan nila merah segar hasil panen siap dipasarkan

Nila Merah

Oreochromis sp.

Varian warna yang lebih diminati rumah makan karena tampilannya menarik saat disajikan utuh. Perawatannya sama dengan nila hitam.

Ikan patin hasil budidaya kolam bioflok

Patin

Pangasius sp.

Tahan kepadatan sangat tinggi dan tumbuh besar. Cocok untuk pasar fillet dan olahan, dengan siklus panen yang lebih panjang.

Ikan bawal hasil budidaya sistem bioflok

Bawal Air Tawar

Colossoma macropomum

Kuat, rakus, dan cepat besar. Sering dipakai sebagai komoditas pendamping karena perawatannya tergolong ringan.

Sistem akuaponik dengan bak ikan di bawah dan selada hidroponik di atasnya

Paket Akuaponik

ikan + sayur dalam satu aliran

Menggabungkan kolam bioflok dengan talang hidroponik kami, sehingga satu tetes air menghasilkan dua produk sekaligus.

Ukuran Kolam Bioflok dan Jumlah Benih yang Muat

Kolam terpal bundar dijual dalam ukuran baku, ini kapasitas tiap ukuran

Kolam terpal bundar di Indonesia dijual memakai kode diameter. D3 berarti diameter tiga meter, bukan tiga meter kubik. Yang menentukan daya tampung bukan diameter melainkan volume air, dan volume air selalu lebih kecil dari volume rangka karena kolam tidak pernah diisi sampai bibir.

Volume dihitung dari rumus lingkaran, dengan tinggi air yang lazim dipakai. Jumlah benih memakai 100 sampai 150 ekor per meter kubik untuk nila dan 200 sampai 400 ekor per meter kubik untuk lele, dengan syarat aerasi berjalan 24 jam penuh.
Kode Diameter Tinggi air Volume air Benih nila Benih lele
D1 1 m 0,8 m 600 liter 60 - 90 ekor 125 - 250 ekor
D2 2 m 0,8 m 2.500 liter 250 - 375 ekor 500 - 1.000 ekor
D3 3 m 1,0 m 7.000 liter 700 - 1.060 ekor 1.400 - 2.800 ekor
D4 4 m 1,0 m 12.500 liter 1.250 - 1.880 ekor 2.500 - 5.000 ekor

Hitung Kolam Anda Sendiri

Kalau ukuran kolam Anda tidak ada di tabel, atau Anda ingin tahu kebutuhan pakan, molase, dan perkiraan panennya, kalkulator kolam bioflok kami menghitung semuanya dari diameter dan tinggi air yang Anda masukkan. Gratis dan tanpa daftar.

Masalah yang Paling Sering Muncul di Kolam Bioflok

Gejala di lapangan, penyebabnya, dan apa yang harus dikerjakan

Air kolam berbusa dan busanya tidak pecah

Busa halus yang bertahan lama menandakan protein terlarut menumpuk, biasanya karena pakan berlebih atau flok sudah terlalu tua. Kurangi pakan satu sampai dua hari, tambah sumber karbon sedikit, dan buang endapan dari pipa sentral. Busa kasar yang langsung pecah hanya efek aerasi dan tidak berbahaya.

Warna air berubah hijau pekat

Hijau pekat berarti alga mengambil alih, umumnya karena kolam terlalu banyak kena matahari langsung. Bioflok yang sehat berwarna cokelat susu sampai kehijauan muda. Pasang paranet, dan jaga rasio C:N tetap di 15 sampai 20 banding 1 supaya bakteri heterotrof menang bersaing melawan alga.

Ikan menggantung di permukaan pagi hari

Oksigen terlarut jatuh paling rendah menjelang subuh, saat bakteri dan ikan sama-sama bernapas tanpa bantuan fotosintesis. Kalau ikan berkumpul di permukaan, aerasi Anda kurang. Tambah titik batu aerasi, dan pastikan blower tidak pernah mati.

Flok terlalu pekat, di atas 50 ml per liter

Ukur dengan gelas Imhoff dan endapkan 20 menit. Volume flok yang sehat 20 sampai 40 ml per liter. Kalau lewat, buang sebagian air dasar lewat pipa sentral lalu ganti dengan air bersih secukupnya. Membuang flok berlebih jauh lebih aman daripada membiarkannya membebani oksigen.

Ikan berbau lumpur saat dipanen

Bau lumpur berasal dari geosmin yang dihasilkan cyanobacteria, bukan dari kotoran. Puasakan ikan di air bersih beraerasi selama satu sampai tiga hari sebelum dijual. Cara ini menghilangkan bau hampir seluruhnya.

Cara Membuat Kolam Bioflok dari Nol

Urutan kerja yang kami jalankan sebelum benih pertama ditebar

  1. Pemasangan Kolam dan Instalasi Udara

    Rangka wiremesh didirikan di atas alas rata, terpal dipasang, lalu pipa udara dan batu aerasi ditata merata di dasar kolam. Kolam diuji rendam untuk memastikan tidak ada rembesan.

  2. Kultur Awal Bakteri

    Air diisi, lalu probiotik, sumber karbon, dan garam krosok ditambahkan. Aerasi dijalankan penuh selama tujuh sampai sepuluh hari hingga flok mulai terbentuk.

  3. Uji Kesiapan Air

    Sebelum benih masuk, pH, suhu, oksigen terlarut, dan volume flok diukur. Air baru dinyatakan siap bila seluruh parameter masuk rentang acuan dan stabil dua hari berturut-turut.

  4. Penebaran Benih

    Benih ukuran 5 sampai 7 sentimeter diaklimatisasi dengan mengapungkan kantong benih di kolam, lalu dilepas pada pagi atau sore hari saat suhu tidak ekstrem.

  5. Pemeliharaan Harian

    Pakan diberikan dua sampai tiga kali sehari, molase ditambahkan sesuai takaran, dan parameter air dicatat setiap pagi. Endapan berlebih disifon dari pembuangan sentral.

  6. Sampling dan Grading

    Setiap sepuluh sampai empat belas hari, sejumlah ikan ditimbang untuk menghitung bobot rata-rata dan menyesuaikan porsi pakan. Ukuran yang timpang dipisahkan.

  7. Panen dan Penanganan

    Ikan dipuasakan satu sampai dua hari di air bersih agar dagingnya jernih, kemudian dipanen lewat kran pembuangan, disortir, dan dikemas dengan penanganan dingin.

Bioflok Bertemu Hidroponik: Akuaponik

Bagian yang membuat lini ini masuk akal untuk kami, bukan sekadar usaha baru

Cirebon Smart Farm sudah punya greenhouse, talang hidroponik, sistem dosing otomatis, dan panel kontrol. Kolam bioflok melengkapi rangkaian itu dari sisi yang selama ini kosong, yaitu sumber nutrisi organik.

Air buangan hasil penyifonan kolam kaya nitrat dan fosfat. Alih-alih dibuang, air itu disaring lalu dialirkan ke bedeng sayur. Tanaman menyerap nutrisinya, air kembali bersih, dan siklusnya berulang. Satu masukan pakan menghasilkan dua panen: ikan dan sayur.

  • Pupuk berkurang. Sebagian kebutuhan nutrisi sayur dipenuhi dari air kolam.
  • Buangan mendekati nol. Tidak ada air limbah yang lepas ke saluran umum.
  • Satu panel kontrol. Sensor kolam dan greenhouse dipantau dari sistem yang sama.
  • Risiko tersebar. Dua komoditas berbeda membuat pendapatan tidak bergantung pada satu musim.
Sistem akuaponik: bak ikan di bagian bawah mengalirkan air ke talang selada hidroponik di atasnya
Akuaponik menggabungkan kolam ikan dengan talang hidroponik. Air kolam menyuburkan sayur, sayur membersihkan air. Foto: Ryan Somma, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons.

Perkiraan Harga dan Pendaftaran Minat

Angka sementara, akan dikunci saat panen perdana

Perkiraan harga ikan nila konsumsi Rp 25.000 - Rp 35.000 / kg Perkiraan berdasarkan harga pasar Jawa Barat saat halaman ini disusun. Angka ini bukan penawaran resmi karena lini perikanan kami belum berproduksi.

Kami tidak membuka pemesanan maupun pembayaran di muka untuk ikan. Yang kami buka adalah daftar minat, supaya calon pembeli dan mitra bisa kami hubungi lebih dulu ketika jadwal panen perdana sudah pasti.

Yang Sudah Tersedia Sekarang

Sambil menunggu kolam siap, produk hidroponik kami sudah berjalan dan bisa dipesan hari ini juga.

Pertanyaan Seputar Bioflok

Yang paling sering ditanyakan calon pembudidaya dan calon pembeli

Apa itu sistem bioflok?

Bioflok adalah teknik budidaya ikan yang memanfaatkan bakteri heterotrof untuk mengubah limbah nitrogen di dalam kolam menjadi gumpalan mikroorganisme bernama flok. Flok tersebut kaya protein dan dimakan kembali oleh ikan, sehingga air tidak perlu sering diganti dan pakan menjadi lebih hemat.

Kenapa Cirebon Smart Farm memilih ikan nila?

Ikan nila tahan terhadap kepadatan tinggi dan fluktuasi kualitas air, mau memakan flok secara langsung, tumbuh cepat, dan permintaan pasarnya stabil sepanjang tahun di Jawa Barat. Kombinasi itu membuat nila paling cocok sebagai komoditas pembuka lini perikanan kami.

Berapa padat tebar ikan nila di kolam bioflok?

Pada sistem bioflok yang aerasinya berjalan 24 jam, padat tebar ikan nila umumnya 100 sampai 150 ekor per meter kubik air. Angka ini jauh di atas kolam konvensional yang biasanya hanya menampung 10 sampai 20 ekor per meter kubik.

Apakah air kolam bioflok perlu diganti secara rutin?

Tidak. Selama flok terkendali, air hanya ditambah untuk mengganti yang menguap dan yang terbuang saat penyifonan endapan. Inilah alasan bioflok bisa memangkas pemakaian air sampai sekitar 90 persen dibanding kolam air deras.

Apa saja peralatan minimal untuk memulai kolam bioflok?

Peralatan intinya adalah kolam terpal bundar berangka wiremesh, blower dan batu aerasi yang menyala 24 jam, pipa pembuangan sentral, alat ukur kualitas air seperti pH meter dan DO meter, gelas Imhoff untuk mengukur volume flok, serta sumber karbon seperti molase. Cadangan listrik wajib disiapkan karena aerasi tidak boleh berhenti.

Berapa lama masa panen ikan nila bioflok?

Dari benih ukuran 5 sampai 7 sentimeter, ikan nila umumnya mencapai bobot konsumsi 250 sampai 350 gram dalam waktu empat sampai enam bulan, bergantung pada suhu air, mutu pakan, dan kestabilan flok.

Apakah ikan hasil bioflok berbau lumpur?

Bau lumpur muncul dari senyawa geosmin yang dihasilkan alga di dasar kolam tanah. Kolam bioflok memakai terpal dan sirkulasi terus-menerus sehingga endapan terangkat dan dagingnya cenderung lebih bersih. Untuk hasil terbaik, ikan tetap dipuasakan satu sampai dua hari di air bersih sebelum panen.

Bisakah kolam bioflok lele berjalan tanpa aerator?

Tidak, kalau yang Anda maksud bioflok yang sebenarnya. Flok itu koloni bakteri hidup yang bernapas, dan justru merekalah pemakai oksigen terbesar di kolam, bukan ikannya. Begitu aerasi berhenti, oksigen habis dalam hitungan jam, flok mati dan mengendap, lalu amonia melonjak.

Yang sering disebut orang sebagai lele tanpa aerator sesungguhnya kolam padat tebar biasa yang mengandalkan kemampuan lele mengambil udara dari permukaan. Itu bisa berjalan, tetapi padat tebarnya harus jauh lebih rendah, airnya perlu diganti rutin, dan tidak ada flok yang bisa dimakan kembali. Kalau listrik di tempat Anda sering padam, siapkan blower cadangan bertenaga aki sebelum menebar benih, bukan sesudahnya.

Berapa padat tebar lele di kolam bioflok?

Lele bioflok umumnya ditebar 200 sampai 400 ekor per meter kubik air, dua sampai tiga kali lipat nila. Lele mampu sebanyak itu karena punya organ arborescent yang membuatnya bisa mengambil udara langsung dari permukaan, sehingga lebih tahan saat oksigen terlarut turun.

Untuk kolam D3 dengan tinggi air satu meter, volumenya sekitar 7 meter kubik, jadi muat 1.400 sampai 2.800 ekor. Pemula sebaiknya mulai dari batas bawah. Padat tebar tinggi menuntut aerasi, pakan, dan kedisiplinan mengukur yang sama tingginya, dan kegagalan pada kepadatan tinggi berlangsung jauh lebih cepat.

Bagaimana cara membuat kolam bioflok lele dari nol?

Urutannya sama dengan nila. Pasang kolam terpal bundar berangka wiremesh di lahan yang rata dan padat, pasang pipa pembuangan sentral di titik terendah, lalu rakit blower dengan batu aerasi yang menyala 24 jam. Isi air, endapkan dua sampai tiga hari supaya kaporit menguap.

Setelah itu kultur bakteri lebih dulu, jangan langsung tebar benih. Masukkan probiotik, molase, dan sedikit pakan, biarkan tujuh sampai sepuluh hari sampai air berwarna cokelat susu dan volume flok terbaca 20 sampai 40 ml per liter di gelas Imhoff. Baru tebar benih lele ukuran 5 sampai 7 sentimeter, dan jaga rasio C:N tetap 15 sampai 20 banding 1 dengan menambah molase setiap kali pakan ditambah.

Warna air kolam bioflok yang baik itu seperti apa?

Cokelat susu sampai cokelat kehijauan muda, keruh tetapi tidak pekat, dan tidak berbau busuk. Warna itu datang dari koloni bakteri heterotrof yang sedang bekerja mengubah amonia menjadi protein flok.

Hijau pekat berarti alga mengambil alih, biasanya karena kolam terlalu terbuka ke matahari. Cokelat sangat gelap disertai bau menyengat berarti flok terlalu tua dan endapan menumpuk. Bening justru bukan pertanda baik pada bioflok, karena artinya belum ada flok yang terbentuk sama sekali. Warna hanya dugaan awal, keputusan tetap diambil dari gelas Imhoff dan alat ukur.

Kenapa air kolam bioflok berbusa?

Bedakan dulu jenis busanya. Busa kasar bergelembung besar yang langsung pecah hanyalah efek aerasi dan tidak berbahaya. Yang perlu diwaspadai busa halus berwarna putih atau kecokelatan yang menumpuk tebal dan bertahan lama.

Busa jenis itu menandakan protein terlarut menumpuk, umumnya karena pakan berlebih atau flok sudah terlalu tua sehingga mulai pecah. Kurangi pakan satu sampai dua hari, sifon endapan lewat pipa sentral, dan tambahkan sedikit sumber karbon supaya bakteri kembali menyerap kelebihan nitrogen. Periksa juga volume flok, karena busa tebal hampir selalu datang bersama flok yang sudah lewat 50 ml per liter.

Kapan ikan nila bioflok Cirebon Smart Farm mulai tersedia?

Lini perikanan bioflok kami masih dalam tahap persiapan dan belum menjual ikan. Silakan tinggalkan pesan melalui halaman kontak agar kami kabari lebih dulu saat jadwal panen perdana dan harga resmi diumumkan.

Kredit Foto

Foto ilustrasi pada halaman ini berlisensi terbuka dan bukan dokumentasi fasilitas kami

Ingin Diskusi Soal Bioflok?

Baik Anda calon pembeli ikan, calon mitra, atau petani yang ingin membangun kolam sendiri, kami senang berbagi catatan lapangan.