Pelatihan Hidroponik Modul 3 dari 6 Tingkat Menengah Baca sekitar 22 menit Gratis, tanpa daftar

Kenapa Nutrisi Dipisah Menjadi A dan B

Alasannya kimia, bukan kebiasaan

Larutan A berisi kalsium. Larutan B berisi sulfat dan fosfat. Dalam keadaan pekat, kalsium akan bertemu sulfat menjadi kalsium sulfat, dan bertemu fosfat menjadi kalsium fosfat. Keduanya mengendap sebagai gumpalan putih yang tidak bisa diserap tanaman.

Karena itu A dan B hanya boleh bertemu setelah masing-masing diencerkan ke dalam air tandon. Menuang A dan B berbarengan ke wadah yang sama, atau mencampur pekatannya lebih dulu, akan membuang sebagian pupuk Anda menjadi endapan di dasar tangki.

Urutan menuang yang benar

Isi tandon dengan air lebih dulu. Tuang pekatan A, aduk sampai rata. Baru tuang pekatan B, aduk lagi. Jangan pernah menuang A dan B berurutan tanpa pengadukan di antaranya.

Contoh Resep untuk Sayuran Daun

Susunan yang lazim dipakai di greenhouse komersial

Resep pekatan untuk sayuran daun dan herba, tiap 100 liter air
Bahan Pekatan A (kg) Pekatan B (kg)
Kalsium Nitrat 9,4 tidak dipakai
Kalium Nitrat (KNO3) 3,2 3,2
Magnesium Sulfat tidak dipakai 3,2
Mono Kalium Fosfat (MKP) tidak dipakai 3,2
Campuran hara mikro 1 1

Perhatikan bahwa Kalsium Nitrat hanya ada di tangki A, sedangkan Magnesium Sulfat dan MKP hanya di tangki B. Kalium Nitrat aman berada di keduanya karena tidak membentuk endapan dengan kalsium.

Angka di atas adalah contoh yang dipakai untuk selada, pakcoy, dan herba. Kepekatan kerjanya setelah diencerkan berada di EC 1,8 sampai 2,0 mS/cm dengan pH 5,5 sampai 6,0.

Untuk sayuran buah, susunannya berubah menurut musim

Resep untuk tanaman buah, tiap 200 liter air
Bahan Musim kemarau (kg) Musim hujan (kg)
Kalsium Nitrat 36 25
NPK tinggi kalium, misal 11-11-33 plus MgO 25 36
Magnesium Sulfat 8 10
pH sasaran 5,8 sampai 6,2 5,8 sampai 6,2
EC sasaran (mS/cm) 2,0 sampai 2,5 2,3 sampai 2,7

Yang menarik dari tabel itu adalah pembalikannya. Di musim kemarau kalsium diperbanyak, karena penguapan tinggi membuat kalsium sulit terangkut ke ujung buah dan busuk ujung buah mengintai. Di musim hujan kalium justru diperbanyak, karena cahaya berkurang dan tanaman perlu dorongan agar tidak terlalu rimbun.

Kalau Anda ingin menyusun resep sendiri dari pupuk tunggal yang dijual di Indonesia, kalkulator racik pupuk tunggal kami menghitung gram tiap bahan dan menunjukkan berapa ppm unsur hara yang benar-benar Anda dapat.

Berapa Kali Fertigasi dalam Sehari

Jumlah siklus berubah mengikuti tanaman dan cuaca

Rata-rata jumlah siklus fertigasi per hari beserta EC dan pH sasaran
Tanaman Musim kemarau Musim hujan EC (mS/cm) pH
Selada 9 7 1,5 5,7 sampai 5,8
Sayuran daun lain 8 6 1,5 5,7 sampai 5,8
Arugula 4 2 1,5 5,7 sampai 5,8
Tomat 12 9 2,0 6,0
Paprika 12 9 2,0 6,0
Terong 12 9 2,0 6,0
Timun 10 7 1,8 6,0

Perbedaan antara musim kemarau dan musim hujan bukan soal kebiasaan, melainkan soal penguapan. Hari panas dan kering membuat tanaman menguapkan air jauh lebih banyak, jadi siklus ditambah. Hari mendung membuat media tetap basah lebih lama, dan menambah siklus justru menyebabkan akar kekurangan oksigen.

Mulailah fertigasi pagi hari setelah matahari naik, dan hentikan beberapa jam sebelum gelap supaya media tidak basah semalaman.

Alat Ukur dan Kalibrasi

Angka yang salah lebih berbahaya daripada tidak ada angka

  1. Kalibrasi alat EC dan pH setiap minggu

    Pakai cairan kalibrasi baku, umumnya pH 4,01 dan 6,86 untuk pH meter, serta 1413 mikroSiemens untuk EC meter. Alat yang tidak pernah dikalibrasi akan meleset perlahan tanpa Anda sadari.

  2. Periksa EC dan pH larutan yang mengalir, bukan hanya di tandon

    Yang menentukan bagi tanaman adalah larutan yang benar-benar sampai ke akar. Selisih antara tandon dan ujung selang menunjukkan ada penyumbatan atau kebocoran.

  3. Simpan probe pH dalam larutan penyimpan

    Probe yang dibiarkan kering akan rusak permanen dalam hitungan hari. Ini kerusakan paling mahal dan paling mudah dihindari.

  4. Catat angkanya setiap hari

    Catatan sederhana di buku tulis sudah cukup. Anda baru bisa mengenali masalah kalau punya pembanding dari hari-hari sebelumnya.

PPM dan EC bukan hal yang sama

TDS meter tidak mengukur ppm secara langsung. Ia menghitungnya dari EC memakai faktor konversi yang berbeda antarmerek, bisa skala 500, 640, atau 700. EC yang sama bisa terbaca 1000 ppm di satu alat dan 1400 ppm di alat lain. Selalu catat EC, bukan hanya ppm.

Pertanyaan Seputar Modul Ini

Yang paling sering ditanyakan peserta

Kenapa larutan A dan B tidak boleh dicampur dalam keadaan pekat?

Larutan A mengandung kalsium, larutan B mengandung sulfat dan fosfat. Dalam keadaan pekat, kalsium bereaksi menjadi kalsium sulfat dan kalsium fosfat yang mengendap dan tidak bisa diserap tanaman.

Akibatnya bukan hanya pupuk terbuang. Tanaman akan kekurangan kalsium meskipun Anda merasa sudah memberikannya, dan gejalanya muncul sebagai busuk ujung buah atau tepi daun mengering.

Berapa EC dan pH yang tepat untuk sayuran daun dan sayuran buah?

Sayuran daun seperti selada dan pakcoy bekerja pada EC 1,5 sampai 2,0 mS/cm dengan pH 5,5 sampai 6,0. Sayuran buah seperti tomat, paprika, dan terong pada EC 2,0 sampai 2,5 mS/cm dengan pH 5,8 sampai 6,2.

Di musim hujan, EC untuk tanaman buah dinaikkan sedikit ke 2,3 sampai 2,7 karena cahaya berkurang. Nilai pH di luar rentang itu membuat sebagian unsur terkunci dan tidak terserap meskipun jumlahnya cukup di dalam larutan.

Kenapa jumlah siklus fertigasi berbeda antara musim kemarau dan musim hujan?

Karena penguapan berbeda. Di musim kemarau, tanaman menguapkan air jauh lebih banyak, jadi siklus fertigasi ditambah agar media tidak kering di antara pemberian.

Di musim hujan, media tetap basah lebih lama. Menambah siklus pada kondisi itu justru membuat akar kekurangan oksigen dan memicu busuk akar. Selada misalnya turun dari sembilan siklus menjadi tujuh, dan tomat dari dua belas menjadi sembilan.

Seberapa sering alat EC dan pH harus dikalibrasi?

Sekali seminggu untuk pemakaian harian, dan lebih sering kalau alat sering dibawa ke lapangan atau terkena suhu tinggi. Gunakan cairan kalibrasi baku, bukan air biasa.

Probe pH harus selalu disimpan dalam larutan penyimpan, tidak boleh dibiarkan kering. Probe yang mengering akan rusak permanen dalam beberapa hari, dan itu kerusakan paling mahal yang paling mudah dicegah.

Apakah bisa memakai NPK biasa untuk hidroponik?

Bisa sebagai salah satu bahan, tetapi tidak bisa berdiri sendiri. NPK majemuk seperti 11-11-33 memang dipakai di resep tanaman buah, namun tetap perlu dilengkapi Kalsium Nitrat dan Magnesium Sulfat karena NPK biasa tidak membawa kalsium dan magnesium yang cukup.

Yang sering luput adalah hara mikro. Tanpa besi, mangan, seng, tembaga, boron, dan molibdenum, tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan meskipun N, P, dan K berlimpah.