Pelatihan Hidroponik Modul 1 dari 6 Tingkat Dasar Baca sekitar 20 menit Gratis, tanpa daftar

Empat Cara Nutrisi Bertemu Akar

Bahannya sama, yang berbeda hanya cara mengantarkannya

Semua sistem hidroponik memberi tanaman hal yang sama, yaitu air, unsur hara terlarut, dan oksigen di daerah akar. Yang membedakan keempat sistem di bawah ini hanya cara ketiganya diantarkan. Memahami perbedaan itu penting, karena kesalahan tersering pemula adalah memilih sistem yang tidak cocok dengan tanaman dan tenaga yang tersedia.

Satu hal berlaku untuk semuanya. Akar butuh oksigen sama pentingnya dengan butuh pupuk. Sistem yang membuat akar terendam terus-menerus tanpa aerasi akan gagal, secanggih apa pun peralatannya.

Perbandingan sistem pasang surut, irigasi tetes, NFT, dan aeroponik
Keempat sistem yang dipakai di greenhouse komersial, dari yang paling sederhana sampai yang paling menuntut.Geser gambar ke samping untuk melihat detailnya.

Sistem 1: Pasang Surut

Ebb and flow, atau flood and drain

Meja tanam digenangi larutan nutrisi sampai setinggi dua sampai tiga sentimeter, dibiarkan sepuluh sampai lima belas menit, lalu dibiarkan surut kembali ke tandon. Saat surut itulah udara segar tertarik masuk ke sela media dan akar bernapas.

Sistem ini paling sering dipakai di meja persemaian, karena penyiraman jadi merata dan tidak ada bibit yang tergenang berlebihan. Untuk kebun kecil, ini juga sistem paling mudah dirawat sendiri.

Dua tahap sistem pasang surut, saat digenangi dan saat kering
Dua tahap yang bergantian sepanjang hari. Keduanya sama pentingnya.Geser gambar ke samping untuk melihat detailnya.

Bagian yang harus ada

Pompa dan tandon

Pompa celup dengan daya sesuai tinggi angkat. Tandon ditutup supaya tidak ditumbuhi lumut.

Pengatur waktu

Menentukan berapa kali sehari meja digenangi. Tanpa ini Anda harus menunggui pompa sepanjang hari.

Meja genang

Dasarnya rata dengan lubang buang di titik terendah, supaya air benar-benar habis saat surut.

Alat ukur EC dan pH

Larutan dipakai berulang, jadi kepekatannya berubah setiap hari dan harus dipantau.

Untung dan ruginya

Ringkasan sistem pasang surut
Sisi Keterangan
Penyerapan hara Merata karena seluruh media terbasahi sekaligus
Risiko busuk akar Rendah, selama tahap surut benar-benar terjadi
Pemakaian air Hemat, larutan kembali ke tandon dan dipakai lagi
Biaya awal Sedang, perlu meja kedap air dan pengatur waktu
Titik lemah Penyakit akar menyebar cepat karena air dipakai bersama

Sistem 2: Irigasi Tetes

Drip irrigation, andalan tanaman buah

Larutan dialirkan dari pipa induk ke pipa cabang, lalu ke selang lateral, dan keluar setetes demi setetes lewat penetes di pangkal tiap tanaman. Media tanam seperti cocopeat atau sekam menahan air itu sebentar sebelum diserap akar.

Ini sistem paling lazim untuk melon, tomat, cabai, dan paprika, karena tiap tanaman bisa diberi takaran sendiri dan daun tetap kering. Daun yang kering jauh lebih jarang terkena penyakit jamur.

Skema irigasi tetes dari kepala instalasi sampai penetes
Satu penetes untuk satu tanaman. Keseragaman debit menentukan keseragaman panen.Geser gambar ke samping untuk melihat detailnya.

Penyumbatan adalah musuh utamanya

Endapan pupuk dan lumut menyumbat penetes tanpa terlihat dari luar. Tanaman yang penetesnya mampet akan kerdil sendirian di tengah barisan yang subur. Periksa beberapa titik setiap hari, dan pasang penyaring di kepala instalasi.

Sistem 3: NFT

Nutrient film technique, lapisan tipis yang mengalir

Larutan mengalir tipis, sekitar satu sampai dua milimeter, di dasar talang yang dimiringkan satu sampai tiga persen. Hanya ujung akar yang terendam, sisanya berada di udara lembap di dalam talang.

NFT memberi pertumbuhan paling cepat untuk sayuran daun dan hampir tidak memerlukan media tanam. Konsekuensinya, aliran tidak boleh berhenti. Pompa mati satu jam di siang hari sudah cukup membuat selada layu permanen.

Talang NFT miring dengan lapisan nutrisi tipis yang kembali ke tandon
Aliran berputar terus. Ketebalan lapisan menentukan berapa banyak akar yang masih bisa bernapas.Geser gambar ke samping untuk melihat detailnya.

Suhu air menentukan rasa selada

Di dataran rendah seperti Cirebon, air dalam talang mudah panas di atas 28 derajat. Selada yang akarnya kepanasan tumbuh lambat, terasa lebih pahit, dan gampang terkena busuk akar. Naungkan talang, tanam tandon di bawah tanah, atau jalankan sirkulasi lebih deras pada jam terpanas.

Sistem 4: Aeroponik

Akar menggantung, nutrisi berupa kabut

Akar dibiarkan menggantung di ruang tertutup dan disemprot kabut halus secara berkala. Karena akar bersentuhan langsung dengan udara, pasokan oksigennya paling melimpah di antara semua sistem, dan pertumbuhannya paling cepat.

Bentuk yang paling sering dipakai di Indonesia adalah menara tegak, karena satu menara menampung puluhan lubang tanam di atas luas lantai kurang dari satu meter persegi.

Menara aeroponik dengan akar menggantung dan daftar kelebihan serta risikonya
Paling boros perhatian, paling hemat lahan.Geser gambar ke samping untuk melihat detailnya.

Memilih Sistem yang Cocok

Sesuaikan dengan tanaman, tenaga, dan kesiapan listrik

Perbandingan cepat keempat sistem
Sistem Paling cocok untuk Kebutuhan perhatian Tahan mati listrik
Pasang surut Persemaian dan sayuran daun Sedang Cukup tahan, media masih menyimpan air
Irigasi tetes Melon, tomat, cabai, paprika Sedang Tahan, media menahan air beberapa jam
NFT Selada dan sayuran daun cepat panen Tinggi Rentan, layu dalam hitungan jam
Aeroponik Sayuran daun di lahan sempit Sangat tinggi Sangat rentan, layu dalam menit

Kalau ini instalasi pertama Anda, mulailah dari irigasi tetes atau pasang surut. Keduanya memaafkan kesalahan. NFT dan aeroponik memberi hasil lebih cepat, tetapi menuntut listrik yang tidak boleh putus dan mata yang memeriksa setiap hari.

Berapa pun sistem yang Anda pilih, kepekatan larutannya dihitung dengan cara yang sama. Kalkulator AB Mix di situs ini menghitung takaran pekatan untuk volume tandon Anda, dan juga bisa meracik dari pupuk tunggal.

Pertanyaan Seputar Modul Ini

Yang paling sering ditanyakan peserta

Sistem hidroponik apa yang paling cocok untuk pemula?

Irigasi tetes dan pasang surut adalah dua yang paling memaafkan kesalahan. Keduanya memakai media tanam yang menyimpan air, jadi tanaman tidak langsung layu ketika listrik padam atau pompa mati sebentar.

NFT dan aeroponik memberi pertumbuhan lebih cepat, tetapi keduanya menuntut aliran yang tidak boleh berhenti. Untuk instalasi pertama, kegagalan yang berjalan lambat jauh lebih mudah dipelajari daripada kegagalan yang terjadi dalam hitungan menit.

Apa bedanya NFT dan DFT?

NFT mengalirkan lapisan nutrisi setipis satu sampai dua milimeter, sehingga sebagian besar akar berada di udara lembap. DFT menggenangi talang jauh lebih dalam, sekitar empat sampai enam sentimeter, dan akar hampir seluruhnya terendam.

Akibatnya, DFT lebih tahan mati listrik karena air tetap ada di talang, tetapi akarnya lebih mudah kekurangan oksigen kalau tidak diberi aerasi tambahan. NFT tumbuh lebih cepat, dengan syarat pompanya tidak pernah berhenti.

Apakah hidroponik bisa jalan tanpa listrik?

Bisa, tetapi hanya dengan sistem sumbu atau rakit apung, dan hasilnya jauh di bawah sistem bermotor. Sistem sumbu mengandalkan kapilaritas kain flanel, sehingga pasokan air terbatas dan hanya memadai untuk sayuran daun kecil di skala rumah tangga.

Untuk semua sistem yang dibahas di modul ini, listrik wajib ada. Kalau di tempat Anda listrik sering padam, siapkan pompa cadangan bertenaga aki sebelum menebar benih, bukan sesudahnya.

Berapa lama pompa harus menyala setiap hari?

Pada sistem pasang surut, umumnya empat sampai delapan kali sehari, masing-masing sepuluh sampai lima belas menit, disesuaikan dengan cuaca. Hari panas menuntut siklus lebih sering.

Pada NFT dan aeroponik, aliran berjalan terus-menerus di siang hari. Sebagian petani mengistirahatkannya di malam hari, tetapi itu hanya aman kalau suhu malam benar-benar turun dan akar sudah kuat.