Pelatihan Budidaya Ikan Modul 3 dari 7 Tingkat Menengah Baca sekitar 18 menit Gratis, tanpa daftar

Yang Menghabiskan Oksigen Bukan Cuma Ikan

Pada kolam bioflok, bakteri sering memakai lebih banyak daripada ikannya

Ini kesalahpahaman yang paling sering berakibat fatal. Pembudidaya menghitung kebutuhan oksigen dari jumlah ikan saja, lalu memasang blower seadanya. Padahal di kolam bioflok yang matang, koloni bakteri bisa memakai oksigen sebanyak atau bahkan lebih banyak daripada ikan yang dipelihara.

Ditambah lagi bahan organik yang terurai di dasar. Ketiganya bernapas sepanjang malam tanpa satu pun yang menghasilkan oksigen.

Grafik oksigen terlarut sepanjang dua puluh empat jam dan siapa saja yang memakainya
Titik terendah selalu menjelang subuh. Kalau kolam Anda akan gagal, hampir selalu di jam itu.Geser gambar ke samping untuk melihat detailnya.

Ikan

Makin besar dan makin banyak, makin besar pemakaiannya. Naik tajam setelah diberi pakan dan saat suhu air tinggi.

Bakteri flok

Bernapas dua puluh empat jam. Makin pekat flok, makin besar pemakaiannya. Inilah yang sering terlupakan.

Bahan organik dasar

Sisa pakan dan flok mati yang terurai. Menumpuk diam-diam sampai suatu malam menghabiskan oksigen.

Suhu air

Air panas menyimpan lebih sedikit oksigen. Pada 32 derajat, daya tampung oksigen air jauh di bawah 26 derajat.

Membaca Tanda Sebelum Terlambat

Ikan memberi tahu Anda, biasanya sekitar satu jam sebelumnya

Gejala kekurangan oksigen menurut tingkatannya
Kadar oksigen Yang terlihat pada ikan Tingkat bahaya
Di atas 5 mg/L Menyebar merata, makan lahap Aman
4 sampai 5 mg/L Masih normal, nafsu makan sedikit turun Waspada
3 sampai 4 mg/L Berkumpul di dekat aerator, pakan tersisa Bahaya, segera bertindak
2 sampai 3 mg/L Menggantung di permukaan, mulut megap-megap Kritis
Di bawah 2 mg/L Berenang lemah, mulai ada yang mati Kematian massal sedang berlangsung

Kalau ikan sudah megap di permukaan, Anda terlambat sekitar satu jam

Tindakan yang benar bukan memberi obat, melainkan memasukkan udara secepat mungkin. Hidupkan semua aerator, tambah blower cadangan, semprotkan air dari ketinggian agar memecah permukaan, dan hentikan pakan sama sekali. Kalau tersedia, ganti sebagian air dengan air segar beroksigen.

Menghitung dan Menata Aerasi

Jumlah titik lebih menentukan daripada besarnya blower

  1. Pilih blower berdasarkan volume air, bukan luas kolam

    Patokan yang lazim untuk bioflok padat tebar tinggi adalah sekitar 2 sampai 3 liter udara per menit untuk setiap meter kubik air. Kolam D3 dengan tinggi air satu meter berisi sekitar 7 meter kubik, jadi perlu sekitar 15 sampai 21 liter per menit.

  2. Perbanyak titik aerasi, jangan andalkan satu titik besar

    Empat batu aerasi kecil yang tersebar jauh lebih baik daripada satu batu besar di tengah. Yang dicari bukan gelembung besar, melainkan gelembung halus yang merata dan arus yang memutar seluruh air.

  3. Letakkan batu aerasi dekat dasar, tetapi jangan menempel

    Sekitar lima sampai sepuluh sentimeter dari dasar. Menempel di dasar membuat lumpur teraduk terus-menerus, terlalu tinggi membuat lapisan bawah tidak ikut berputar.

  4. Arahkan arus agar berputar, bukan saling melawan

    Pada kolam bundar, susun titik aerasi agar air berputar satu arah. Putaran itulah yang membawa endapan ke tengah menuju pipa pembuangan sentral.

  5. Periksa sudut mati setiap minggu

    Ukur oksigen di titik yang arusnya paling lemah, biasanya di pinggir berlawanan dengan blower. Angka di titik itulah yang menentukan nasib kolam, bukan angka di tengah.

Listrik cadangan bukan pilihan, melainkan syarat

Pada kolam bioflok padat tebar tinggi, mati listrik dua jam di malam hari sudah cukup untuk kehilangan seluruh isi kolam. Siapkan blower cadangan bertenaga aki atau genset sebelum menebar benih, bukan setelah kejadian pertama. Uji nyalakan sebulan sekali, karena genset yang tidak pernah dihidupkan biasanya mogok tepat saat dibutuhkan.

Pertanyaan Seputar Modul Ini

Yang paling sering ditanyakan peserta

Berapa ukuran blower yang dibutuhkan kolam bioflok?

Patokan yang lazim untuk bioflok padat tebar tinggi adalah sekitar 2 sampai 3 liter udara per menit untuk setiap meter kubik air. Kolam berdiameter tiga meter dengan tinggi air satu meter berisi sekitar 7 meter kubik, jadi memerlukan sekitar 15 sampai 21 liter udara per menit.

Hitung dari volume air, bukan dari luas permukaan kolam. Dan ingat bahwa pada bioflok, bakteri juga memakai oksigen sebanyak atau lebih banyak daripada ikannya, jadi jangan menghitung dari jumlah ikan saja.

Kenapa ikan menggantung di permukaan pada pagi hari?

Karena oksigen terlarut mencapai titik terendah menjelang subuh. Semalaman ikan, bakteri, dan alga sama-sama bernapas tanpa ada fotosintesis yang menambah oksigen.

Kalau ikan sudah megap di permukaan, kadar oksigen kemungkinan sudah di bawah 3 mg/L dan Anda terlambat sekitar satu jam. Hidupkan semua aerator, hentikan pakan, dan semprotkan air dari ketinggian untuk memecah permukaan. Setelah aman, tambah titik aerasi supaya tidak terulang.

Bisakah kolam bioflok berjalan tanpa aerator?

Tidak, kalau yang dimaksud bioflok yang sebenarnya. Flok adalah koloni bakteri hidup yang bernapas, dan bakteri itulah pemakai oksigen terbesar di kolam. Begitu aerasi berhenti, oksigen habis dalam hitungan jam, flok mati dan mengendap, lalu amonia melonjak.

Yang sering disebut lele tanpa aerator sebenarnya kolam padat tebar biasa yang mengandalkan kemampuan lele mengambil udara dari permukaan. Itu bisa berjalan, tetapi padat tebarnya harus jauh lebih rendah dan airnya perlu diganti rutin.

Berapa lama kolam bertahan kalau listrik padam?

Pada bioflok padat tebar tinggi, dua jam di malam hari sudah cukup untuk kehilangan seluruh isi kolam. Di siang hari sedikit lebih longgar karena alga masih menghasilkan oksigen, tetapi tetap berbahaya.

Karena itu blower cadangan bertenaga aki atau genset adalah syarat, bukan pilihan. Uji nyalakan sebulan sekali. Genset yang tidak pernah dihidupkan biasanya mogok tepat saat dibutuhkan.