Pelatihan Budidaya Ikan Modul 5 dari 7 Tingkat Menengah Baca sekitar 20 menit Gratis, tanpa daftar

Pakan Adalah Biaya Terbesar Anda

Dan satu-satunya yang benar-benar bisa Anda kendalikan setiap hari

Pada budidaya intensif, pakan menyerap sebagian besar biaya berjalan. Selisih kecil pada efisiensi pakan berlipat menjadi selisih besar pada akhir siklus. Karena itu memberi pakan bukan sekadar menebar, melainkan menakar.

Dua angka yang harus Anda kuasai adalah persentase pemberian terhadap bobot ikan, dan FCR atau rasio konversi pakan.

Takaran pakan harian menurut ukuran ikan
Ukuran ikan Pakan per hari Frekuensi Protein pakan
Di bawah 1 gram 10 sampai 15 persen bobot 5 sampai 6 kali 40 persen ke atas
1 sampai 5 gram 5 sampai 10 persen bobot 4 sampai 5 kali 35 sampai 40 persen
5 sampai 20 gram 3 sampai 5 persen bobot 4 kali 32 sampai 35 persen
20 sampai 100 gram 2 sampai 3 persen bobot 3 kali 30 sampai 32 persen
Di atas 100 gram Sekitar 2 persen bobot 2 sampai 3 kali 28 sampai 30 persen

Persentase itu dihitung dari bobot seluruh ikan, bukan dari jumlah ekor

Inilah sebabnya sampling wajib dikerjakan. Tanpa tahu bobot rata-rata ikan Anda hari ini, persentase di tabel itu tidak bisa dipakai sama sekali.

Sampling, Cara Mengetahui Bobot Ikan Tanpa Menimbang Semuanya

Sepuluh menit setiap sepuluh hari

  1. Ambil contoh dari beberapa titik, bukan satu tempat

    Serok dari tiga sampai empat titik berbeda, termasuk pinggir dan tengah. Ikan besar dan kecil tidak tersebar merata di dalam kolam.

  2. Ambil minimal tiga puluh ekor

    Kurang dari itu, satu ikan besar yang kebetulan terjaring akan menggeser rata-ratanya terlalu jauh.

  3. Timbang seluruhnya sekaligus, lalu bagi jumlah ekornya

    Misalnya 30 ekor beratnya 2,4 kg. Bobot rata-rata atau ABW adalah 2.400 gram dibagi 30, yaitu 80 gram per ekor.

  4. Perkirakan jumlah ikan yang masih hidup

    Kalau menebar 2.000 ekor dan Anda memperkirakan tingkat hidup 90 persen, jumlah ikan sekarang sekitar 1.800 ekor.

  5. Hitung biomassa dan takaran pakan hari ini

    Biomassa adalah 1.800 ekor dikali 80 gram, yaitu 144 kg. Pada ukuran 80 gram takarannya 3 persen, jadi pakan hari ini sekitar 4,3 kg dibagi ke tiga kali pemberian.

  6. Ulangi setiap sepuluh hari dan sesuaikan

    Ikan tumbuh terus, jadi takaran yang benar minggu lalu sudah kurang minggu ini. Inilah alasan sampling harus berkala, bukan sekali di awal.

Sampling sekaligus memeriksa kesehatan

Selagi ikan di tangan, perhatikan sirip, insang, dan permukaan tubuhnya. Banyak penyakit ketahuan pertama kali saat sampling, jauh sebelum ada ikan yang mati. Insang yang sehat berwarna merah cerah, bukan pucat atau kecokelatan.

FCR, Angka yang Menilai Seluruh Pekerjaan Anda

Berapa kilogram pakan untuk menghasilkan satu kilogram ikan

FCR dihitung dengan membagi total pakan yang terpakai dengan pertambahan bobot ikan. Kalau Anda menghabiskan 300 kg pakan dan bobot ikan bertambah dari 20 kg menjadi 220 kg, pertambahannya 200 kg, sehingga FCR sama dengan 300 dibagi 200, yaitu 1,5.

Makin kecil angkanya, makin efisien. FCR bukan sekadar ukuran pakan, melainkan cermin seluruh pengelolaan Anda. Air yang buruk, sortir yang telat, dan pemberian berlebihan semuanya muncul sebagai FCR yang membengkak.

Membaca angka FCR
FCR Penilaian Biasanya berarti
Di bawah 1,0 Curiga, periksa ulang hitungan Ada pakan alami atau flok yang ikut dimakan, atau jumlah ikan salah hitung
1,0 sampai 1,3 Sangat baik Pengelolaan rapi, bioflok bekerja menyumbang pakan
1,3 sampai 1,6 Baik, sasaran yang wajar Pengelolaan sehari-hari sudah benar
1,6 sampai 2,0 Masih dapat diterima Ada pakan terbuang atau pertumbuhan tidak seragam
Di atas 2,0 Perlu diperbaiki Pakan berlebih, air buruk, atau banyak ikan mati tanpa tercatat

Kesalahan pemberian pakan yang paling sering

Memberi pakan pada jam yang salah

Jangan memberi pakan saat oksigen rendah, terutama subuh dan sore menjelang gelap. Ikan yang makan butuh oksigen lebih banyak untuk mencernanya.

Menebar sekaligus, bukan bertahap

Tebar sedikit demi sedikit sambil mengamati. Berhenti begitu ikan mulai malas menyambar. Pakan yang tenggelam tanpa dimakan langsung menjadi amonia.

Tidak menyesuaikan dengan cuaca

Saat mendung, hujan, atau suhu turun, nafsu makan ikan berkurang. Kurangi takaran, jangan dipaksakan.

Menyimpan pakan sembarangan

Pelet yang lembap ditumbuhi jamur dan kehilangan mutu gizi. Simpan di tempat kering, di atas palet, dan habiskan dalam satu sampai dua bulan sejak dibuka.

Pertanyaan Seputar Modul Ini

Yang paling sering ditanyakan peserta

Berapa dosis pakan lele per hari?

Dihitung dari persentase bobot seluruh ikan, bukan dari jumlah ekor. Ikan di bawah 1 gram diberi 10 sampai 15 persen bobotnya, 5 sampai 20 gram diberi 3 sampai 5 persen, 20 sampai 100 gram diberi 2 sampai 3 persen, dan di atas 100 gram sekitar 2 persen.

Contohnya, 1.800 ekor dengan bobot rata-rata 80 gram berarti biomassa 144 kg. Pada takaran 3 persen, pakan hari itu sekitar 4,3 kg yang dibagi ke tiga kali pemberian. Angkanya berubah setiap ikan tumbuh, jadi harus disampling ulang setiap sepuluh hari.

Bagaimana cara menghitung FCR?

Bagi total pakan yang terpakai dengan pertambahan bobot ikan. Kalau menghabiskan 300 kg pakan dan bobot ikan naik dari 20 kg menjadi 220 kg, pertambahannya 200 kg, sehingga FCR sama dengan 300 dibagi 200, yaitu 1,5.

Sasaran yang wajar adalah 1,3 sampai 1,6. Di bawah 1,3 sangat baik dan biasanya karena flok ikut dimakan. Di atas 2,0 menandakan ada yang perlu diperbaiki, umumnya pakan berlebih, kualitas air yang buruk, atau kematian yang tidak tercatat.

Berapa kali sehari ikan sebaiknya diberi pakan?

Makin kecil ikan, makin sering. Benih di bawah 1 gram diberi lima sampai enam kali sehari, ukuran 5 sampai 20 gram empat kali, dan ikan di atas 100 gram cukup dua sampai tiga kali.

Hindari jam ketika oksigen rendah, yaitu subuh dan menjelang gelap, karena mencerna pakan menuntut oksigen tambahan. Tebar sedikit demi sedikit sambil mengamati, lalu berhenti begitu ikan mulai malas menyambar.

Kenapa ikan saya tidak mau makan?

Periksa air lebih dulu, bukan pakannya. Oksigen rendah, amonia tinggi, nitrit tinggi, atau pH yang bergeser tajam semuanya menekan nafsu makan sebelum ada gejala lain yang terlihat.

Penyebab lain yang umum adalah suhu turun karena hujan, pakan yang baru berganti merek, pakan yang sudah lembap dan berjamur, atau ikan yang baru saja disortir. Kalau air normal dan keadaan itu berlangsung lebih dari dua hari, barulah curigai penyakit.

Kapan waktu sampling dan bagaimana caranya?

Setiap sepuluh hari. Serok ikan dari tiga sampai empat titik berbeda, ambil minimal tiga puluh ekor, timbang seluruhnya sekaligus, lalu bagi dengan jumlah ekornya untuk mendapat bobot rata-rata.

Selagi ikan di tangan, periksa sirip, insang, dan permukaan tubuhnya. Banyak penyakit ketahuan pertama kali saat sampling, jauh sebelum ada ikan yang mati. Insang sehat berwarna merah cerah, bukan pucat atau kecokelatan.