Pelatihan Budidaya Ikan Modul 6 dari 7 Tingkat Lanjutan Baca sekitar 24 menit Gratis, tanpa daftar

Periksa Airnya Dulu, Baru Cari Penyakitnya

Sebagian besar wabah adalah akibat, bukan sebab

Bakteri dan parasit penyebab penyakit hampir selalu sudah ada di dalam kolam sepanjang waktu. Ikan yang sehat sanggup menahannya. Yang membuat mereka menyerang adalah ikan yang lebih dulu tertekan oleh oksigen rendah, amonia tinggi, suhu yang bergoyang, atau penanganan yang kasar.

Karena itu urutan pemeriksaan selalu sama. Ukur oksigen, amonia, nitrit, pH, dan suhu lebih dulu. Baru setelah semuanya normal, masuk akal mencari penyebab biologisnya.

Gejala penyakit ikan air tawar yang paling sering ditemui beserta letaknya
Letak gejala pada tubuh ikan sudah mempersempit kemungkinan penyebabnya.Geser gambar ke samping untuk melihat detailnya.

Mengenali Penyakit yang Paling Sering Muncul

Gejala, penyebab, dan yang memicunya

Penyakit yang lazim pada nila dan lele
Penyakit Gejala yang terlihat Penyebab Pemicu tersering
Bercak putih (white spot) Bintik putih seperti butiran garam di tubuh dan sirip, ikan menggosok badan Parasit Ichthyophthirius Suhu turun mendadak, air dingin berkepanjangan
Aeromonas (borok merah) Luka merah, sisik terangkat, perut membengkak berisi cairan Bakteri Aeromonas hydrophila Luka akibat sortir, air kotor, padat tebar berlebih
Streptococcosis pada nila Mata menonjol keluar, berenang berputar, tubuh melengkung Bakteri Streptococcus agalactiae Suhu air tinggi di atas 30 derajat, padat tebar tinggi
Jamur (saprolegniasis) Gumpalan seperti kapas putih pada luka, sirip, atau telur Jamur Saprolegnia Luka terbuka, lendir terkelupas, suhu rendah
Trichodina Lendir berlebihan, warna tubuh kusam, ikan lesu dan menggosok badan Parasit Trichodina Bahan organik menumpuk, air jarang disifon
Cacing insang Insang pucat atau bengkak, ikan megap padahal oksigen cukup Dactylogyrus dan Gyrodactylus Padat tebar tinggi, benih terbawa dari pembenih
Kutu ikan (argulus) Bintik cokelat kehijauan yang bergerak menempel di tubuh Parasit Argulus Air masuk dari sumber terbuka tanpa disaring

Mata menonjol pada nila adalah tanda yang khas

Kalau nila Anda matanya menonjol keluar, berenang berputar, atau tubuhnya melengkung, kemungkinan besar itu streptococcosis. Penyakit ini menyerang paling ganas saat suhu air di atas 30 derajat dan padat tebar tinggi. Turunkan suhu dengan naungan, kurangi padat tebar, dan pisahkan ikan yang bergejala secepatnya, karena penularannya sangat cepat.

Penanganan dan Dosisnya

Angka yang harus dipakai dengan hati-hati

Bahan yang lazim dipakai beserta takarannya
Bahan Takaran Cara dan lama Untuk mengatasi
Garam krosok 5 sampai 10 gram per liter Perendaman lama di kolam karantina Pemulihan lendir, pengurang tekanan, jamur ringan
Garam krosok Sekitar 30 gram per liter Perendaman singkat 10 sampai 30 menit Parasit luar, dikerjakan sambil ikan diawasi terus
Kalium permanganat 5 sampai 10 gram per meter kubik Perendaman sekitar 1 jam Trichodina, bercak putih, parasit luar lain
Formalin 10 sampai 15 mililiter per meter kubik Perendaman minimal 4 jam dengan aerasi kuat Protozoa luar dan jamur
Naungan dan penurunan padat tebar Bukan bahan kimia Berkelanjutan Streptococcosis pada nila, pencegahan paling efektif

Dua hal yang tidak boleh dilanggar

Pertama, kalium permanganat dan formalin tidak boleh dicampur atau dipakai berdekatan waktunya, karena keduanya dapat bereaksi hebat. Beri jarak beberapa hari kalau keduanya memang diperlukan. Kedua, uji dulu pada sedikit ikan di wadah terpisah sebelum memperlakukan seluruh kolam. Air yang banyak bahan organiknya membuat takaran bekerja jauh berbeda dari perhitungan.

Satu petunjuk praktis untuk kalium permanganat: takaran yang tepat adalah yang paling rendah tetapi masih membuat air berwarna merah muda selama empat sampai delapan jam. Kalau warnanya hilang lebih cepat dan Anda perlu lebih dari 6 gram per meter kubik, itu tandanya bahan organik di kolam Anda terlalu banyak. Perbaiki kebersihannya lebih dulu, karena mengobati air kotor tidak akan pernah berhasil.

Aerasi selalu diperkuat selama pengobatan apa pun. Hampir semua bahan di atas menurunkan oksigen terlarut, dan ikan yang sedang sakit paling tidak tahan terhadap itu.

Biosekuriti

Mencegah masuk jauh lebih murah daripada mengobati

Bak celup di pintu masuk

Ganti larutannya berkala, bukan hanya ditambah. Larutan yang sudah keruh tidak lagi membunuh apa pun.

Karantina benih baru

Tahan benih baru satu sampai dua minggu di wadah terpisah sebelum digabungkan. Sebagian besar penyakit terbawa dari luar.

Kerjakan dari kolam sehat ke kolam sakit

Urutan pekerjaan harian selalu dari yang paling sehat. Jangan pernah terbalik.

Saring air yang masuk

Air dari sungai atau saluran terbuka membawa ikan liar, telur parasit, dan kutu. Endapkan dan saring lebih dulu.

Alat tidak dipakai lintas kolam

Serok dan ember sebaiknya milik tiap kolam. Kalau terpaksa berbagi, celup dan keringkan dulu di antara pemakaian.

Angkat ikan mati setiap hari

Bangkai yang dibiarkan menjadi sumber penularan sekaligus pemakan oksigen. Buang jauh dari area kolam.

Pertanyaan Seputar Modul Ini

Yang paling sering ditanyakan peserta

Kenapa mata ikan nila menonjol keluar?

Itu gejala khas streptococcosis, penyakit yang disebabkan bakteri Streptococcus agalactiae. Gejala lain yang menyertainya adalah ikan berenang berputar, tubuh melengkung, dan kematian yang meningkat cepat.

Pemicunya hampir selalu suhu air di atas 30 derajat yang dibarengi padat tebar tinggi. Turunkan suhu dengan naungan, kurangi kepadatan, pisahkan ikan bergejala secepatnya, dan perbaiki kualitas air. Penularannya sangat cepat, jadi kecepatan memisahkan menentukan.

Penyakit jamur pada ikan lele disebabkan oleh apa?

Jamur dari kelompok Saprolegnia. Gejalanya berupa gumpalan seperti kapas putih yang menempel pada luka, sirip, atau telur.

Jamur ini sebenarnya pengurai biasa yang selalu ada di air. Ia hanya menyerang ikan yang kulitnya sudah terluka atau lendir pelindungnya terkelupas, biasanya setelah sortir yang kasar atau penanganan dengan alat kering. Karena itu pencegahannya bukan obat, melainkan cara memegang ikan yang benar.

Berapa dosis garam untuk mengobati ikan?

Ada dua cara yang berbeda. Perendaman lama di kolam karantina memakai 5 sampai 10 gram garam krosok per liter air, untuk membantu pemulihan lendir dan mengurangi tekanan pada ikan. Perendaman singkat memakai sekitar 30 gram per liter selama sepuluh sampai tiga puluh menit untuk membasmi parasit luar.

Pada perendaman singkat, ikan harus diawasi terus dan segera diangkat kalau menunjukkan tanda tertekan. Pakai garam krosok tanpa yodium, dan perkuat aerasi selama proses berlangsung.

Apakah kalium permanganat dan formalin boleh dipakai bersamaan?

Tidak boleh. Keduanya dapat bereaksi hebat kalau dicampur. Kalau keduanya memang diperlukan, beri jarak beberapa hari di antaranya dan pastikan air sudah bersih dari bahan sebelumnya.

Untuk kalium permanganat, takaran yang tepat adalah yang paling rendah tetapi masih membuat air berwarna merah muda selama empat sampai delapan jam. Kalau Anda butuh lebih dari 6 gram per meter kubik, itu tandanya bahan organik di kolam terlalu banyak dan kebersihannya yang harus diperbaiki lebih dulu.

Ikan sakit tetapi air sudah saya periksa dan normal, apa langkah berikutnya?

Ambil beberapa ikan bergejala, lalu periksa berurutan dari luar ke dalam. Lihat permukaan tubuh untuk bercak, luka, atau gumpalan kapas. Buka tutup insang dan lihat warnanya, karena insang sehat berwarna merah cerah, bukan pucat atau kecokelatan.

Perhatikan juga perilakunya. Menggosokkan badan menandakan parasit luar. Megap padahal oksigen cukup menandakan insang bermasalah. Berenang berputar atau tubuh melengkung menandakan gangguan saraf yang umumnya bakteri. Pisahkan yang bergejala lebih dulu sebelum mengobati apa pun.